mpkmb

September 15th, 2010

Nama

Nama : Rizqah Wahidah Pangestu

NRP : F44100042

Laskar : 9 (Cipto Mangunkusumo)

Di hidup saya yang sudah belasan tahun hidup di bumi, menjadi seorang inspirator adalah hal yang merupakan akibat dari sesuatu perbuatan baik. Ada suatu ketika dimana saya merasa bahagia dalam berbagi. Kebahagiaan dalam berbagi dapat saya identikan sebagai hal yang dapat menginspirasi orang lain.

Pengalaman mengenai hal itu ada ketika saya mengajar adik kelas saya dalam bidang Astronomi. Sebagai bentuk sebuah tanggung jawab karena saya merupakan salah satu peserta Olimpiade Sains Provinsi untuk bidang Astronomi.

Ditengah kesibukan sebagai kelas tiga yang akan menghadapi ujian akhir sekolah, saya dihadapkan untuk memilih apakah akan konsentrasi ke ujian akhir atau kepada adik kelas saya. Namun, saya mecoba mencari cara bagaimana agar mendapatkan keduanya.

Saya tetap mengajar mereka, sebagai gantinya, mereka pun mengajari saya untuk mengingat materi-materi yang akan keluar di ujian nanti. Dapat disimpulkan kami belajar bersama. Saya sungguh menikmati rasa senang dalam berbagi. Karena, saya pun mendapatkan banyak hal dari mereka.

Apalagi ditambah materi Astronomi yang sangat menyenangkan. Berbicara kepada mereka tentang bintang, matahari, bumi, dan banyak hal lain. Dari mereka saya belajar banyak hal, mereka sangat optimis bahwa mereka akan bisa lolos dalam seleksi olimpiade tersebut. Keoptimisan mereka menular ke saya dan menjadi kekuatan tersendiri bagi saya.

Ketika saya akan menjalani ujian akhir dan ketika mereka akan menjalani seleksi olimpiade, ada hal yang membuat saya sangat senang, mereka mengucapkan terimakasih dan mendoakan agar saya dapat menjalani ujian akhir dengan baik. Mengucapkan terimakasih memang hal yang kecil namun, saya sangat bahagia. Karena dengan adanya penghargaan terhadap diri, hal itu dapat membuat kekuatan yang besar bagi saya untuk menghadapi ujian akhir.

Ujian pun berlangsung. Saya merasa menjalaninya dengan optimal. Ketika saya mendengar bahwa salah satu dari adik kelas saya ada yang lolos dalam seleksi olimpiade itu, saya merasa sangat senang. Hal itu menjadi apresiasi bagi usaha saya dan mereka. Walaupun kami dari berbeda tingkat, namun saya merasa bahwa kami satu tim untuk menghadapi ujian akhir saya dan seleksi olimpiade mereka.

Berlaku kecil, dengan berterimakasih atau pun dengan membagi sedikit ilmu, akan banyak hal yang dapat menjadi kekuatan dan menjadi pelajaran bagi kita sendiri maupun bagi orang lain. Itulah yang dapat saya ambil tentang inspirasi yang pernah saya alami.

tugas mpkmb

September 15th, 2010

https://rizqah.pangestu10.student.ipb.ac.id/wp-admin/post-new.php

Nama

Nama : Rizqah Wahidah Pangestu

NRP : F44100042

Laskar : 9 (Cipto Mangunkusumo)

Dwi Wahyu Arif Nugroho, lelaki muda lulusan S1 Psikologi UGM dan sedang menyelesaikan program S2 nya di Universitas yang sama adalah seorang pemuda yang aktif terutama di bidang sosial dan pemberdayaan manusia. Saat ini ia menjabat sebagai direktur sebuah lembaga pemberdayaan manusia yang lebih di kenal dengan sebutan “Senyum Community” http://www.senyumkita.com/.

Akhir 2008, seorang Dwi Wahyu A N, ingin memberikan nilai tambah bagi kehidupan. Ia mencoba membuat tim dengan visi yang hampir sama. Banyak yang tertarik namun banyak pula yang menolak. Pada awal “pencarian” ini digunakan metode “gerilya” (satu-dua orang saja untuk brainstorming dan penyatuan ide). Pada tahap ini, belum ada fokus kegiatan, segmentasi, nama organisasi, apalagi kantor. Hingga Yudha Rusdianto memberikan nama Senyum pada calon organisasi/tim tersebut. Kemudian tanggal 4 Januari 2009, Senyum Community mulai dipopulerkan pada tim ini . Dan selang sehari, ada ide untuk mengumpulkan baju dan buku bekas (walaupun awalnya mereka tidak tahu mau diapakan barang-barang tersebut ).

Pada forum yang pertama itu, mereka mencoba menyamakan visi, menggali motivasi serta mencari identitas dan mencari jawaban untuk pertanyaan manfaat yang didapat. Syarat anggota adalah laki-laki maupun perempuan yang berusia 15-35 tahun.

Pada pertemuan awal itu juga diputuskan hanya akan “diurus” oleh Dwi Wahyu AN (direktur) dan M Alfan H (sekretaris). Dan dari situlah mulai mengambil fokus pada pendidikan dan pemberdayaan pemuda Indonesia. Hal ini juga didasari dengan keprihatinan mereka terhadap kondisi pendidikan di Indonesia sekaligus kurangnya pengembangan potensi yang dimiliki pemuda Indonesia. Dan pengembangan itupun dimulai dari dalam diri Senyum itu sendiri.

Program pertama yang dilakukan adalah melanjutkan pengumpulan baju pantas pakai dan menyalurkan melalui program Bazaar. Awalnya dari bazaar tersebut mereka bisa memfasilitasi untuk memberikan program pendidikan dan pemberdayaan bagi pemuda. Namun ternyata program ini tidak berjalan mulus. Rencana kerjasama dengan sebuah organisasi kampus juga gagal.

Namun, hal positif tetap saja ada dengan dibuatkannya website Senyum Community (www.senyumkita.com) oleh Mira Maulia. Kemudian, tanggal 13 Februari 2009 ada ide dari Danang AM S.Psi untuk mengadakan training. Selanjutnya, pada tanggal 20 Februari 2009, lahirlah T-Smile. Kemudian disusul pelaksanaan Pelatihan Psikologi (Pengembangan karakter) gratis di SMP 2 Ngaglik (28 Februari 2009). Pelatihan ini juga didasari oleh potensi yang dimiliki yang sebagian besar mereka adalah mahasiswa dan alumni Psikologi. Hal ini sekaligus memberikan pelajaran bagi kami, bahwa “lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah sekarang!”

Setelah training, tim ini mulai menemukan “bentuk”. Anggota tim tidak lagi ragu untuk menjawab “Kami dari Senyum Community” bukan lagi “Kami dari UGM” jika ditanya oleh mitra kerja. Kemudian, pada tanggal 3 Maret 2009 Smile Magz menyusul lahir sebagai media komunikasi dan inspirasi. Dengan persiapan seadanya, edisi perdana dipublikasikan tanggal 15 Maret 2009 ke dunia. Hal ini menambah kabar gembira sebelumnya, yaitu keberhasilanya kerjasama dengan SMP 2 Ngaglik Sleman untuk melaksanakan training selama 2 bulan. Dan perjuangan pun terus berlanjut

Didasari kesadaran akan perlunya sistem yang lebih jelas, maka di akhir bulan Maret 2009 bertempat di garasi rumah Danang dilakukanlah musyawarah anggota yang pertama. Musyawarah anggota yang dipimpin oleh Rusdi ini menetapkan beberapa keputusan. Keputusan pertama adalah tentang visi, misi, dan nilai Senyum. Selanjutnya tentang tim inti (Founding Father) yang berjumlah 8 orang, struktur serta rencana kerjanya.

Forum pun terus berlanjut. Open House, Bazar dan lainnya. Bahkan training yang dilakukan di telah berkembang menjadi program pemberdayaan pemuda SENYUMAN (Senyum Pemuda Mandiri). Hal ini memotivasi Senyum Community untuk memberikan manfaat lebih banyak lagi.

Sekarang Senyum Community telah berkembang dengan mempunyai tiga lembaga didalamnya yaitu T-Smile (Lembaga Pengembangan Diri dan Organisasi), Senyumkita (Web Magazine –Transformasi Smile Magz) dan KeepSmile Creative (Merchandise (T-Shirt,Pin dll), EO, dll. Lembaga-lembaga ini diharapkan menjadi lembaga professional yang bisa menjadi sumber keberlangsungan Senyum Community. Berkembangnya lembaga yang di Senyum Community juga sebagai bukti komitmen mereka untuk mendukung program-program sosial Senyum Community tanpa harus tergantung pada pihak lain.

Dwi Wahyu Arif Nugroho yang akrab dipanggil Mas Arif adalah sosok yang dikagumi karena kecintaannya pada kegiatan-kegiatan sosial dan pengembangan sumber daya manusia. Ia juga menjadi inspirator bagi kaum muda yang identik dengan pola hidup boros dan tidak peduli untuk membuka mata dan hati, untuk melihat bahwa kita diciptakan untuk bersama dan saling berbagi. Dan sekarang ia telah mampu membuktikan indahnya berbagi.